Postingan

CERPEN KE 5 BUKU KUMPULAN CERPEN KE 3

  (05) BERTEMAN DENGAN SETAN Sunyoto Sutyono   Dia itu pengetahuan agamanya luas, faham ayat-ayat al Qur’an dan Hadits, namun bila marah pikiran dan logikanya berubah seratus persen. Seperti orang kesurupan setan dan tidak menggunakan akal pikirannya sama sekali. Matanya merah, raut muka menyeramkan.   Dia puas kalau sudah melampiaskan kemarahannya. Memukul, mencekik, memaki, membentak biasa dia lakukan, itupun setelahnya tidak ada rasa penyesalan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.Seperti kejadian bulan lalu Ahmad Gazali bertengkar hebat dengan istrinya Khoirun Nisya. Dan anaknya menjadi sasaran kemarahannya. Awalnya dia datang dengan bail-baik ke rumah pak Rosadi mertuanya dengan anak perempuannya Salsabila yang masih TK. Dia disuruh istrinya untuk mengambil nasi kuning dan lauknya di rumah Ibu Rosadi. Kebetulan hari itu peringatan maulud nabi di masjid. Mertuanya membuat nasi kuning untuk dibawa ke masjid. Sementara menunggu masih disiapkan oleh ibu mertu...

CERPEN KE 3 BUKU KUMPULAN CERPEN KE 3

  (03) SIAPA MEREKA ITU KEK ? Sunyoto Sutyono   Kali ini kakekku mengajak jalan-jalan melihat patung di Pintu gerbang masuk kota Jember. Disana ada sebuah patung monumen perjuangan pahlawan kota Jember, yang banyak orang jember juga tidak atau belum tahu patung siapa itu. ”Patung siapa kek?” tanya Rengga serius. “Ceritakan Kek ?” sela Larasati adik Rengga. Sambil perjalanan ke tujuan, Kakek mulai menceritakan sejarahnya. Pada tahun 1949 terjadilah perang agresi militer II di seluruh Indonesia. KNIL (tentara bentukan kolonial Belanda) tidak mau hengkang dari RI. Mereka berusaha mengusik kehidupan damai bangsa Indonesia. Kehidupan yang mulai tenang menikmati kemerdekaan. Tiba-tiba rakyat di tindas, bila membangkan di bunuh atau ditangkap untuk disiksa.   Tidak terkecuali di Jemberpun juga berkobar perang melawan penjajah Belanda yang semena-mena itu untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Di Jember Letkol Infantri Mochammad Sroedji adalah Komandan Brigade III D...

CERPEN KE 2 BUKU KUMPULAN CERPEN 3

  (02) MERAH PUTIH Sunyoto Sutyono   Aku adalah lembaran kain berwarna merah cerah dan putih suci bersih dengan ukuran tertentu. Kemudian dijahit disambung jadi satu. Bendera merah putih itulah namaku. Statusku menjadi berubah, tidak sembarangan memperlakukanku. Harus terhormat karena aku adalah lambang suatu negara yang merdeka dan berdaulat bernama Indonesia. Aku adalah bendara bangsa Indonesia. Dahulu kala demi bisa mengibarkanku, perlu perjuangan sangat besar dan berat, dalam kurun waktu yang sangat panjang. Tidak terhitung banyaknya jiwa, harta, benda, kehormatan dikorbankan demi status sebagai negara merdeka dan berdaulat. Terbebas dari penjajahan dan penindasan dari bangsa lain. Sejak jaman kerajaan-kerajaan di Nusantara selalu saja negara-negara lain sebut saja antara lain Belanda, Inggris, Portugis, Mongolia, Jepang, ingin menguasai Nusantara     Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan meridhai perjuangan bangsa Nusantara. Waktu itu belum a...

CERPEN 1 BUKU KUMPULAN CERPEN KE 3.

Gambar
Cerpen dibawah ini saya rencanakan untuk kami terbitkan dalam buku kumpulan cerpen ke 3 atas nama saya sendiri. Sudah ada 15 judul cerpen yang akan saya jadikan buku kumpulan cerpen ke 3 saya. (1) KENANGAN ITU ADA DI SINI Sunyoto Sutyono     Sejak kecil Djaka diasuh oleh Kakek Nenek, dilimpahi kasih sayang dan kehangatan luar biasa. Yah begitulah, dimana-mana cucu kesayangan pastilah diistimewakan dan dimanjakan. Kakek adalah pensiunan guru/Kepala Sekolah Rakyat yang secara ekonomi cukup mampu. Rumahnya gedung tinggi, luas berlantai semen plester cukup bergengsi pada jaman itu. Perabotan tidak banyak, beberapa meja marmer kursi kayu jati tempat duduk anyaman rotan. lemari kaca kayu jati untuk pakaian di kamar tidur. Di ruang tamu lemari kaca isinya pecah belah barang dapur yang jarang dipakai. Ada simbul kebesaran orang jawa berupa pusaka tombak panjang, beberapa keris, tiga ekor kuda di kandangnya. Secara sosial keluarga Kakek sangat dihormati oleh masyarakat desa B...

CERPEN "SIAPAKAH MEREKA ITU KEK ?"

            Cerpen ini saya ikutkan lomba menulis cerita anak temah Pahlawan lokal di Sip Publishing, Entahlah belum tahu bisa masuk kurasi atau tidak. Sungguh saya senang menulis hanya karena senang begitu saja dan kebetulan punya banyak waktu  untuk menulis. Kata orang bijak hidup itu jalani saja tanpa keinginan yang muluk-muluk, tidak harus kaya, tidak harus terkenal, tidak harus punya jabatan tinggi dan terhormat. Bersyukur saja atas apa yang diberikan Allah swt kemudian jalanai.                                                            SIAPAKAH MEREKA ITU KEK ? Sunyoto Sutyono Kali ini kakekku mengajak jalan-jalan melihat patung di Pintu gerbang masuk kota Jember. Disana ada sebuah patung monumen perjuangan pahlawan kota Jember, yang banyak orang jember juga tidak tahu patung s...

PUISI " DUA TANGAN"

 Puisi ini pernh saya ikutkan lomba tiga negara serumpun (Indonesia, Malaysia dan Singapura yang di inisiasi oleh penerbit Sip Publishing Purwokerto Indonesia. Dari ribuan penyair yang memasukkan naskah saya alhamdulliah terpilih dalam dua ratus puisi terbaik.  Sunyoto Sutyono DUA TANGAN   Melewati jalan belantara sastra ada kidung sepi dalam gelap gulita kuingin membuka hati kepada kawan entah siapa dan dari mana kudapatkan.   Yang dekat belum tentu bersahabat berharap yang jauh akan terpikat wahai sahabat datanglah walau dalam angan insyaa Allah suatu waktu, tak kenal jadi teman.   Seperti dua tangan kita, beda fungsi yang kanan dan yang kiri bisa saling memahami seiring sejalan tanpa iri.   Sahabat ketika pikiran dan hati bertaut lewat puisi kita tak bisa berucap ”tidak” berjabat tangan sebagai handai taulan    seperti pantai dan laut tak terpisahkan   Saling mengabarkan ombak dan karang laut...

TAK BOLEHKAH BERHARAP DARIMU

  TAK BOLEHKAH BERHARAP DARIMU ?    Sunyoto Sutyono   Pak Sandi adalah seorang pensiunan guru Sekolah Menengah Kejuruan Atas di kota kabupaten di Jawa Timur sebelah timur. Untuk mengisi kegiatan hidup keseharian dia tak mampu melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan tenaga fisik. Lansia dengan tinggi badan kurang lebih 187 cm, berat badan 110 Kg, kaki kanannya telah cacat, patah tulang bongkol sendi di pangkal pahanya, dioprasi diganti dengan platina. Penyakit diabetes yang dideritanya sudah lebih dari 19 tahun, menyebabkan aktifitas fisik menjadi terbatas. Namun aktifitas yang tidak memerlukan tenaga fisik, masih bisa di lakukan dengan baik. Hidupnya dijalani dengan penuh optimistis penuh rasa syukur. Beliau masih bersikeras untuk mewujudkan salah satu obsesinya sejak jaman masih kuliah di IKIP dulu, “menjadi seorang penulis terkenal, karyanya menghiasi koran harian, mingguan, majalah dan bukunya diterbitkan penerbit terkenal dan menjadi Best Seller.” Beli...