ALHAMDULILLAH SAYA SUDAH PURNA TUGAS SEBAGAI PNS TERAKIR DI SMK NEGERI 4 JEMBER TAHUN 2014 DENGAN HAPPY ANDING. TETAPI YANG JELAS TIDAK ADA GADING YANG TAK RETAK, MASIH BANYAK KEKURANGAN..
(08) SURAT WASIAT. Sunyoto Sutyono Sehabis makan malam bersama, David menyuruh anak-anaknya melihat tv di ruang tamu. Yang lain diminta tetap berada di ruang makan itu. “Ibu, dek Dafa dan dek Susi, sabar sebentar tetap duduk di tempat masing-masing, Saya mau berbicara serius.” David mengawali pembicaraan. Semua diam menunggu apa yang akan di sampaikan oleh kak David. Istrinya Tari kelihatan gelisah, karena David lamban menyampaikan keinginannya. “David, sampaikan saja jangan sungkan-sungkan. Apa yang akan kamu sampaikan nak?” kata ibu “Iya mas David nih, lamban.” Tari tidak sabar, kawatir suaminya berubah pendirian, David menarik nafas panjang. “Sebenarnya sudah hampir setahun terakhir ini, usaha saya bangkrut. Sepi job, uang macet di klien walau pekerjaan sudah selesai dikerjakan. Dampaknya sisa modal semakin habis untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.” tersendat bicara David. “Mas, sampaikan saja uneg-uneg mas apa adanya.” desak Dafa “Maaf ibu d...
(11) GEGARA SOUND HOREG. Sunyoto Sutyono Di daerahku lagi demam sound horeg. Sebenarnya sound horeg cocoknya di mainkan di tanah lapang, atau di Gedung pertemuan yang cukup luas. Karena sound system yang ribuan waat itu suaranya menggelegar membuat lingkungan sekitar horeg (bergetar) hebat. Tetangga saya pak Hamid punya acara menikahkan putrinya, dengan menyewa sound system horeg sebagai hiburan di rumahnya perkampungan padat penduduknya. Kami dengannya satu RT. Saya di lingkungan perumahan, pak Hamid di lingkungan luar perumahan, dipisahkan oleh jalan raya yang membelah lingkungan kami. Kami berbeda selera dan gaya hidup, dan karakter. Latar belakang pendidikan, pekerjaan, status sosial menjadikan beda dengan masyarakat lingkungan kripikan, rumah pak Hamid. Misal selera musik bila ada hajatan, kami di perumahan lebih suka masik yang kalem tenang. Sedang di lingkungan luar perumahan, seleranya keras, bisa terdengar dari jarak jauh, tak peduli tetangga tergangg...
(09) PENGEMBARAAN GAM DI TELUK SILVER. Sunyoto Sutyono Pengembaraan Gam si Singa berkepala manusia itu sampai di tepi laut yang aneh, Suasananya suram tenaram seperti waktu menjelang maghrib di alam manusia biasa. Di sini tidak ada matahari jadi tidak begitu jelas melihat postur tubuh dan detail muka suatu makhluk. Air laut di teluk itu warnanya silver. Sebenarnya Gam hanya mengikuti langkah kaki, tanpa tujuan pasti tahu-tahu dia sampai di tempat peperangan itu. Agar bisa leluasa melihat jalannya pertempuran antar makhluk bertubuh katak sebesar manusia. Satu fihak berkostum Merah berhadapan dengan fihak lain berkostum Silver, Gam berlindung di balik karang. “Siapakah mereka yang sedang bertempur itu?” Gam penasaran. Dia tidak berbuat apapun kecuali hanya menyaksikan yang lagi berperang. Seekor katak hitam berbaju merah, tinggi kekar setinggi manusia dewasa, tiba-tiba menyeru “Krog….krogh, bija bangkeih samoakh” Mendengar aba-aba itu, ratusan katak h...
Komentar
Posting Komentar